RSS

Pura Luhur Uluwatu

05 Agu

Pura Luhur Uluwatu berasal dari 3 kata yaituLuhur yang artinya suci/atas”,  “Hulu yang artinya kepala/ujung”, dan “Watu yang artinya batu”. Jadi Pura Luhur Uluwatu berarti tempat sucui/persembahyangan yang berada di ujung sebuah batu (karang) yang menjorok ketengah laut di ketinggian sekitar 80m dari permukaan laut. Pura ini berlokasi di desa perbukitan kapur Pecatu, Kecamatan Kuta, Kab. Badung,  kira-kira 35 km dari Denpasar du ujung selatan Pulau Bali.

Pura Luhur Uluwatu ini bersebelahan dengan hutan Kekeran/dikeramatkan, yang dominan ditumbuhi pohon merak, sebagian randu kapuk, jati, intaran, jambu mente dll. Hutan ini di huni oleh kera-kera liar yang relatif nakal dan agresif yang belakangan banyak berdatangan di sekitar pura, mengambil apa saja yang mudah di dapat dari pengunjung terutama berwarna cerah berkilau seperti kacamata, anting-anting, jepit rambut topi dll.  Oleh karena itu sebaiknya para wisatawan meninggalkan segala macam aksesorias tersebut di dalam kendaraan.

Mengunjungi Uluwatu boleh di katakan melakukan acara Four in One , karena dalam satu lokasi kunjungan dapat menyaksikan setidaknya 4 daya tarik wisata yaitu : pemandangan pura yang indah dengan situs sejarah , keindaham matahari tenggelam yang spektakuler, monyet di habitat aslinya, dan tarian kecak yang sangat dinamis. komplek pura ini dapat di capai dengan berjalan kaki kira-kira sejauh 200m dari areal parkir melalui dua arah.

Pura Luhur Uluwatu dibangun pada abad XI oleh Mpu Kuturan ketika beliau menjabat sebagai Pakiran Kiran I Jero Makabehan, semacam lembaga penasihat raja pada masa Prabu Udayana. Dilanjudkan dan dikembangkan oleh Dang Hyang Niraratha, seorang pendeta dari Jawa yang datang ke Bali dalam rangka misi suci Dharma Yatra. Setelah melanjutkan kewajiban dengan menyebarkana agama Hindu dan membangun beberapa pura lainnya di Bali, beliau datang lagi menjelang akhir hayatnya. Dari sini pula beliau diyakini telah mencapai alam atas/suci atau MOKSHA (wafat tanpa meninggalkan jasad) yang di Bali lumrah disebut NGELUHUR, dari pengertian ini pulalah nama Pura Luhur itu di ambil.

Pura Luhur Uluwatu berstatus Sad kahyangan yaitu satu diantara 6 pura terpenting, pura ini sebagai pemujaan Dewa Rudra . Seperti Pura lainnya di Bali, susunan/lay-out Pura Uluwatu dibagi menjadi 3 bagian mengambil konsep tri Mandala (tiga alam/dunia), yaitu : Jaba, Jaba-Tengah, dan Jeroan.

  1. Pertama adalah bagian luar pura yang disebut Jaba. Disini terdapat sebuah wantilan yaitu bangunan multi fungsi yakni sebagai tempat pertemuan, pementasan kesenian/hiburan bahkan kadang sebagai arena tajen (adu ayan). Setelah itu melkewati tangga batu yang mendaki didepan pelataran pura, pengunjung disambut oleh gerbang pertama yang disebut Candi Bentar yaitu gapura berbentuk sayap.Di sisi sebelah depan gerbang terdapat arca Ganesha sebagai pelindung/penjaga keamanan. Di sudut sebelah kanan terdapat juga sebuah Bale Kulkul.
  2. Areal selanjutnya disebut Jaba Tengah (kecuali untuk tujuan persembahyangan, pengunjung tidak diperkenankan masuk). Disini terdapat sebuah bangunan yang disebut Gedong ratu bagus jurit, dimana di dalamnya tersimpan sebuah arca yang diyakini sebagai perwujudan Dang Hyang Nirartha. Di sebelah kiri-kanan pelinggih di tempat ini terdapat dua palung batu berbentuk perahu yang mana kalau disatukan nampak seperti sarcophagus dari tradisi megalitik.
  3. Dari Jaba Tengah melalui gerbang berikutnya adalah areal yang di sebut Jeroan, disekat oleh tembok kecil yang disebut aling-aling untuk menghalangi roh jahat memasuki areal ini. Jeroan merupakan areal paling suci sebagai tempat persembahyangan . Terdapat beberapa pelinggih diantaranya Meru Tumpan Tiga sebagai tempat pemujaan Dewa Rudra. areal ini juga dilengkai dengan Bale Pemiosan tempat pendeta memimpin upacara.

Tidak jauh dari komplek pura sekitar 100m di bagian selatan, terdapat sebuah arena dimana setiap harinya pada pukul. 18.00 di pertunjukka tarian KECAK-API, yang mana namanya di ambil dari suara/vokal yang dikeluarkan oleh para penari yang jumlahnya bisa mencapai 100 orang yang berbunyi “cak….cak….cak..” sepanjang pertunjukan. Keunikan tarian in9i adalah tidak memakai instrumen musik sama sekali, disamping nuansa magis yang muncul pada bagian tari api. Disamping itu para wisatawan juga dapat menikmati sunset yang sangat spektakuler di Uluwatu ini.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 2012/08/05 in OBJEK WISATA di BALI

 

Tag: , , ,

One response to “Pura Luhur Uluwatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: